Kipo
Kue kipo sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram Kuno. Bahkan, para bangsawan keraton pada masa lalu menjadikannya sebagai makanan favorit. Nama kipo timbul karena pada saat itu orang bertanya jajanan ini apa dalam bahasa jawa, “Iki opo?” Jadi disebut kipo. Kue ini berbentuk lonjong dan agak pipih serta lembut. Berwarna hijau di dalamnya terdapat campuran gula jawa dan parutan kelapa. Rasanya manis lembut sedikit kenyal, jika dirasakan ada bau khas panggangan.
Legoromo
Legomoro adalah jajanan tradisional khas Kotagede yang mirip dengan lemper, terbuat dari ketan dengan isian daging ayam atau sapi. Bedanya, legomoro dibungkus daun pisang berbentuk segitiga dan diikat menggunakan tali bambu. Keunikan legomoro terlihat dari bentuk, teknik pembungkusannya, serta penggunaan alat pengikat dari bahan alami berupa tali bambu dan semat. Nama "legomoro" berasal dari bahasa Jawa, "lego" yang berarti lega dan "moro" yang berarti datang, sehingga secara keseluruhan bermakna "kedatangan yang membawa kelegaan".
Yangko
Yangko berasal dari Kotagede, Yogyakarta, dan dulunya dikenal dengan nama kiyangko. Kue ini menjadi salah satu warisan budaya tak benda Indonesia dari DI Yogyakarta yang didaftarkan sejak tahun 2010.Yangko adalah makanan tradisional khas Yogyakarta yang terbuat dari tepung ketan, memiliki tekstur kenyal, dan rasa manis. Umumnya berbentuk kotak, dibaluri tepung ketan agar tidak lengket, dan sering kali berisi cincangan kacang tanah. Kudapan ini sering disamakan dengan kue mochi. Selain rasa aslinya, kini yangko juga memiliki rasa buah-buahan, seperti strawberry, durian, dan melon.
Jadah manten
Jadah manten adalah kue tradisional Yogyakarta yang terbuat dari ketan, santan, dan daging, bisa ayam ataupun sapi, sebagai isian, lalu dibungkus dengan telur dadar.[1] Sekilas mirip kue lemper dengan perbedaan cara pembuatan dan kulit pembungkusnya. Kue ini umumnya berbentuk balok dengan ukuran tertentu, misalnya panjang 7 cm, lebar 4 cm,dan tinggi 3 cm.[2] Kue ini dianggap istimewa karena dulu hanya pihak keraton Yogyakarta dan kerabat yang menyantap kudapan ini. Kue ini disebut jadah manten karena menjadi salah satu bagian dari seserahan pengantin pria yang diberikan ke pengantin wanita. Kue ini mengandung filosofis agar sepasang pengantin tersebut lengket seperti jadah yang memang mudah menempel di tangan.
Kembang waru
Salah satu jajanan khas Kotagede yang cukup populer adalah Kue Kembang Waru. Jajanan yang satu ini memiliki tekstur seperti bolu dan menawarkan cita rasa lezat. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan bentuknya yang unik yakni menyerupai bunga dan berkelopak. Jumlah kelopak pada jajanan ini adalah 8 yang melambangkan delapan jalan utama yakni matahari, bulan, bintang, air, tanah, angin, awan, dan samudra. Kue yang satu ini juga cocok dipilih sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang dari Kotagede.
0 Comments